Laporan Kegiatan Observasi Di Lembaga DIKLAT BBPP Lembang Kota Bandung

BAB III

LAPORAN KEGIATAN

A. DESKRIPSI KEGIATAN LAPANGAN

1. TAHAP PERSIAPAN

Pada saat pembagian tempat observasi kelompok untuk tugas mata kuliah Manajemen Pelatihan dan Pengembangan kelompok kami mendapatkan bagian ke Lembaga Pemerintah Non Pendidikan. Untuk menentukan tempat observasi kami meminta masukan kepada Bapak Asep Iryanto selaku dosen Mata Kuliah Manajemen Pelatihan dan Pengembangan, dan beliau menyarankan untuk ke Lembaga BBPP Lembang. Setelah mendapatkan tempat observasi, pada tanggal 9 April 2011 kelompok kami berangkat ke Lembaga BBPP Lembang untuk meminta izin observasi dan dari pihak Lembaga BBPP Lembang memberikan waktu bagi kami untuk melakukan observasi hari Rabu tanggal 13 April 2011.

Sebelum melaksanakan observasi ke Lembaga BBPP Lembang, kelompok kami terlebih dahulu membuat kisi-kisi instrumen yang diperoleh dari Desain Struktur Model Pengembangan Program Pelatihan yang diberikan oleh dosen pembimbing Mata Kuliah Manajemen Pelatihan dan Pengembangan. Bentuk instrument tersebut yaitu antara lain :

  1. Program-program pelatihan yang ada di Lembaga BBPP baik yang sudah dilaksanakan maupun yang akan dilaksanakan?
  2. Kajian empirik:
    1. Fenomena Makro yang mendasari pelaksanaan Pelatihan?
    2. Fenomena Mikro yang mendasari pelaksanaan Pelatihan?
    3. Kompetensi calon peserta sebelum mengikuti pelatihan?
    4. Kompetensi calon peserta yang diinginkan sesudah mengikuti pelatihan?
    5. Jumlah peserta dan pengajar/pemberi materi yang ikut serta dalam pelatihan?
    6. Tujuan dari diselenggarakannya pelatihan?
    7. Kurikulum Pelatihan:
      1. Tujuan pokok bahasan?
      2. Alokasi waktu?
      3. Silabus pembelajaran?
      4. Media yang digunakan?
      5. Alat penilaian?
      6. Metode pengajaran?
      7. Kriteria Keberhasilan pelatihan?

2. TAHAP PELAKSANAAN

Observasi Manajemen pelatihan dan pengembangan di Lembaga BBPP Lembang dilakukan hari Rabu tanggal 13 April 2011, observasi ini melibatkan seluruh anggota kelompok yang berjumlah 8 orang, yang terdiri dari Dian Rusdiana, Delina, Firmasyah Nugraha, Indra Prasetya, Liem Hendra Gunawan, M. Chaerul Ikhsan, Sigit Mugiawan, dan Yuli Nurbaeti.

Dalam melakukan observasi kami diterima dengan baik oleh Lembaga BBPP Lembang, disana kami melakukan wawancara dengan Bapak Ismen selaku Humas di Lembaga BBPP Lembang.

3. HASIL YANG DIPEROLEH

Hasil yang kelompok kami peroleh dari observasi yaitu informasi mengenai pelaksanaan pelatihan yang ada di Lembaga BBPP Lembang, Profil BBPP Lembang, contoh kegiatan Diklat di BBPP Lembang, dan Renstra BBPP Lembang 2010-2014.

  • Profil Lembaga BBPP Lembang

BBPP (Balai Besar Pelatihan Pertanian) Lembang berdiri sejak tahun 1962, yang pada awalnya bernama Pusat Latihan Pertanian (PLP) milik Pemda Prop. Jawa Barat. Kemudian pada tanggal 28 Januari 1978 berdasarkan SK Menteri Pertanian No.52/Kpts/Org/1/1978 penelolaan diambil alih oleh Badan Pendidikan dan Latihan Penyuluhan Pertanian dan berubah menjadi Balai Latihan Pegawai Pertanian (BLPP) Kayuambon dengan tingkat Eselonering LLBB meliputi wilayah kerja Jawa Barat Bagian Timur dan DKI Jakarta.

Pada tahun 2000, dengan keluarnya SK Menteri Pertanian nomor 84/Kpts/OT.210/2/2000, tanggal 29 Februari 2000 berubah menjadi Balai Diklat Pertanian (BDP) Lembang. Dengan keluarnya SK Mentan Nomor : 355/Kpts/OT.210/5/2002, tanggal 8 Mei 2002 BDP mendapatkan kenaikan Eselon menjadi llla dan berganti nama menjadi Balai Diklat Agribisnis Hortikultura (BDAH). Dengan adanya perkembangan IPTEK dan era globalisasi serta kebutuhan nasional, berdasarkan SK Mentan No.487/Kpts/OT.106/10/2003 tanggal 14 Oktober 2003 BDAH Lembang berkembang menjadi tingkatan Eselon II dengan nama Balai Besar Diklat Agribisnis Hortikultura (BBDAH) yang mempunyai tugas melaksanakan diklat keahlian dan pengembangan teknik diklat dibidang Agribisnis hortikultura dalam rangka peningkatan kualitas sumberdaya manusia pertanian. Dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil guna pelaksanaan pelatihan dibidang pertanian, dilakukan penataan kembali Organisasi dan Tata Kerja dengan perubahan nama lembaga menjadi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang berdasarkan Peraturan Mentan No. 15/Permentan/OT.140/2/2007 dengan tugas melaksanakan dan mengembangkan teknik pelatihan teknis, fungsional dan kewirausahaan di bidang pertanian bagi aparatur dan non aparatur pertanian.

BBPP Lembang terletak pada wilayah sentra produksi sayuran dan tanaman hias yang subur, juga merupakan daerah agrowisata. Ketinggian daerah sekitar 1.400 m dari permukan laut, dengan curah hujan sekitar 100-400 mm/bulan serta rata-rata kelembaban nisbi 84-89%, sangatlah ideal BBPP Lembang menjadi pusat tempat pelatihan, lokakarya, atau seminar bagi pengembangan SDM pertanian serta sebagai pusat informasi teknologi pertanian khususnya sayuran, tanaman hias, buah-buahan dengan scope nasional dan internasional.

Visi dan Misi

Visi

“Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang Termaju dan Profesional di Tahun 2012”

Misi

  1. Meningkatkan Kualitas SDM, dan menyusun rencana program yang kompetitif beserta penganggaran.
  2. Meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan yang akuntabel, menerbitkan ketatausahaan dan kerumahtanggan Balai.
  3. Meningkatkan dan mengembangkan sarana dan prasarana pelatihan serta meningkatkan peran dan produktivitas instalasi agribisnis.
  4. Meningkatkan dan melaksanakan kerjasama kelembagaan, baik dalam maupun luar negeri serta melayani konsultasi agribisnis bagi aparatur dan non aparatur.
  5. Melaksanakan sistem informasi, pemantauan, evaluasi dan pelaporan, pelatihan yang akurat dan kredibel.
  6. Melaksanakan pelatihan teknis dan pelatihan fungsional di bidang pertanian serta mengembangkan teknik pelatihan teknis di bidang holtikultura bagi aparatur pertanian serta melaksanakan pelatihan teknis dan kewirausahaan di bidang pertanian serta mengambangkan teknik pelatihan teknis dan kewirausahaan di bidang hortikultura bagi non aparatur pertanian.
  7. Melaksanakan proses pembelajaran (Mendidik, Mengajar, Melatih), mengembangkan dan menghasilkan media, paket pembelajaran, metodologi pelatihan teknis, fungsional dan kewirausahaan di bidang hortikultura dan pertanian lainnya bagi aparatur dan non aparatur.

Kegiatan

A. Jenis Kegiatan

Jenis kegiatan yang dilaksanakan di BBPP Lembang, antara lain:

  1. Pelatihan teknis dan fungsional di bidang petanian bagi aparatur pertanian (4 pelatihan terakreditasi).
  2. Pelatihan teknis dan kewirausahaan di bidang pertanian bagi non aparatur pertanian.
  3. Pelatihan Jejaring Kerja Petani Hortikultura Tk. ASEAN.
  4. Pengembangan Kelembagaan Usahatani (PIA, P4S, LM3).
  5. Kerjasama / kemitraan dengan dalam dan luar negeri seperti : Ditjen Horti, Sekjen Deptan, Pemda Propinsi / Kabupaten, JICA Jepang, Afghanistan, dll.
  6. Peningkatan peran dan produktivitas instalasi agribisnis.

B. Sasaran dan Jangkauan Wilayah

  1. Sasaran : Aparatur dan Non Aparatur di bidang pertanian.
  2. Jangkauan wilayah mencangkup scope nasional dan internasional.

 C.  Kurikulum

Kurikulum yang dipergunakan dalam proses latih-melatih disusun berdasarkan kompetensi kerja hasil identifikasi kebutuhan latihan / Analisi Kebutuhan Latihan dari Calon Peserta, dan institut terkait. Salah satu metode berlatih yang digunakan adalah ELC (Experiential Learning Cycle = Daur Belajar Berdasarkan Pengalaman), dengan kombinasi berbagai metode seperti : magang, problem solving, praktek lapang di Usahatani, dsb.

 D.  Fasilitator

Dalam struktur organisasi BBPP Lembang trdapat 3 bidang yang diantaranya adalah bidang penyelenggara diklat yang salah fungsinya sebagai instruktur atau fasilitator yang bertugas memfasilitasi peserta dalam kegiatan diklat. Selain bidang penyelenggara terdapat juga seksi pelatihan aparatur dan seksi pelatihan non aparatur yang membantu bidang penyelenggara dalam memfasilitasi peserta diklat.

 

E.  Strategi

Dalam menyelenggarakan diklat BBPP Lembang mengacu kepada penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian yang menjadi pegangan dan pedoman dalam menetapkan kegiatan, dantaranya :

  1. Peningkatan Kualitas Program Pelatihan
  2. Peningkatan Mutu Penyelenggaraan Pelatihan
  3. Pengembangan dan Penerapan Metodologi pelatihan
  4. Peningkatan Kualitas SDM pelatihan pertanian
  5. Pelaksanaan bimbingan, pemantauan, dan evaluasi pelatihan.
  6. Pengembangan IPTEK dalam Pembangunan Pertanian
  7. Pengembangan kerjasama/kemitraan dan jejaring kerja pelatihan pertanian dengan Pihak Luar.
  8. Penumbuhan wirausahawan muda di bidang agribisnis dilakukan melalui magang dan pelatihan kewirausahaan pertanian.
  9. Pengembangan Sistem Informasi Teknologi dalam rangka mendukung kegiatan balai.
  10. Pemantapan dan pengembangan tata kelola administrasi dan manajemen dan pengembangan SDM pertanian balai.

F.   Prosedur

Secara umum prosedur BBPP Lembang adalah: penyusunan rencana; program dan pelaksanaan kerjasama;pelaksanaan pemantauan; & evaluasi dan pelaporan;  dilaksanakan oleh bidang program & evaluasi yang dibantu oleh seksi program & kerjasama dan seksi evaluasi & pemantauan.Untuk pelenyelenggaraan diklat dilaksanakan oleh bidang penyelenggara.

  1. Melaksanakan identifikasi kebutuhan pelatihan pertanian
  2. Menyusun data base pelatihan pertanian
  3. Menjalin kerjasama pelatihan teknis dengan instasi terkait/pemerintah
  4. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam penetapan komoditas unggulan hortikultura penghasil devisa Negara.
  5. Melaksanakan kerjasama pelatihan luar negeri
  6. Penyusunan perencanaan program pelatihan.
  7. Pengembangan kapasitas sarana prasarana balai dalam meningkatkan  kualitas pelatihan serta produktivitas.
  8. Pengembangan sistem informasi administrasi, penatausahaan dan rumah tangga balai sesuai peraturan yang berlaku.
  9. Penyusunan akreditasi dan standarisasi program penyelenggaraan pelatihan
  10. Penyusunan Sertifikasi manajemen mutu penyelenggaraan pelatihan (ISO)
  11. Pengembangan materi, metodologi dan media program pelatihan Berbasis Kompetensi Kerja.
  12. Penyelenggaraan pelatihan teknis agribisnis dan permagangan bagi aparatur dan non aparatur pertanian.
  13. Penyelenggaraan pelatihan teknis bagi aparatur dan non aparatur pertanian
  14. Melaksanakan pelatihan Kepemimpinan dan kewirausahaan bagi non aparatur pertanian;
  15. Melaksanakan permagangan teknis agribisnis dan kewirausahaan bagi instruktur/pengelola.
  16. Bimbingan bagi Alumni pelatihan aparatur dan non aparatur pertanian.
  17. Penyusunan SKKNI di Bidang Pertanian
  18. Melakukan monitoring dan evaluasi serta pengendalian internal

Fasilitas Kegiatan

  1. Ruang kelas sebanyak 5 unit dengan kapasitas 40 orang per unit yang dilengkapi dengan berbagai penataan audio visual dengan projector terbaru.
  2. Aula 2 unit dengan kapasitas 200 orang yang difasilitasi dengan perlengkapan audio system yang modern.
  3. Asrama sebanyak 3 unit (51 kamar, kapasitas 15 orang) dan Mess 2 unit (12 kamar, kap. 24 orang) serta dilengkapi dengan fasilitas : TV, Water heater, dll.
  4. Labolatorium 2 unit terdiri dari : Laboratorium Kultur Jaringan dan Labolatorium Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian.
  5. Perpustakaan yang menyediakan berbagai koleksi buku dari dalam dan luar negeri serta dilengkapi dengan fasilitas internet.

Sarana Praktek

  1. Kebun prektek seluas 10 ha.
  2. Vinyl House / Screen House: yang ditanami sayuran, serta berbagai macam tanaman hias seperti : kaktus, anggrek, dan bunga potong lainnya.
  3. Hydroponic, Aeroponic, Drip irrigation.
  4. Rumah Jamur.
  5. Ruang penanganan pasca panen.

Personalia

BBPP Lembang didukung oleh 128 pegawai yang 25 orang diantaranya adalah tenaga fungsional Widyaswara dan instruktur,

Uraian Tugas Masing-Masing Bagian/Bidang

1) Bagian Umum

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga BBPP, dalam pelaksanaan tugasnya bagian umum melaksanakan fungsi;

  1. Pelaksanaan urusan kepegawaian, tata usaha dan rumah tangga;
  2. Pelaksanaan urusan keuangan;
  3. Pelaksanaan urusan perlengkapan dan instalasi.

Dalam pelaksanaan tugasnya Bagian Umum dibantu oleh;

  1. Subbagian Kepegawaian dan Rumah Tangga, mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian, tata usaha dan rumah tangga;
  2. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan;
  3. Subbagian Perlengkapan dan Instalasi mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan instalasi.

2). Bidang Program dan Evaluasi

Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana, program dan pelaksanaan kerjasama, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan. Dalam pelaksanaan tugasnya mempunyai fungsi;

  1. Penyiapan penyusunan rencana, program dan anggaran;
  2. Penyiapan pelaksanaan kerjasama;
  3. Pengelolaan data dan informasi pelatihan;
  4. Penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan.

Dalam pelaksanaan tugasnya Bidang Program dan Evaluasi dibantu oleh;

  1. Seksi Program dan Kerjasama, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaksanaan kerjasama;
  2. Seksi Evaluasi dan Pelaporan, mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan informasi pelatihan, serta penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan.

 

3). Bidang Penyelenggaraan Pelatihan

Bidang Penyelenggaraan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pemberian pelayanan pelaksanaan dan pengembangan teknik pelatihan teknis, fungsional dan kewirausahaan di bidang pertanian bagi aparatur dan non aparatur pertanian. Dalam pelaksanaan tugasnya mempunyai fungsi;

  1. Pemberian pelayanan pelaksanaan dan pengembangan teknik pelatihan teknis dan fungsional di bidang pertanian bagi aparatur pertanian;
  2. Pemberian pelayanan pelaksanaan dan pengembangan teknik pelatihan teknis dan fungsional di bidang pertanian bagi non aparatur pertanian.

Dalam pelaksanaan tugasnya Bidang Penyelenggaraan Pelatihan dibantu oleh;

  1. Seksi Pelatihan Aparatur, mempunyai tugas pemberian pelayanan pelaksanaan dan pengembangan teknik pelatihan teknis dan fungsional di bidang pertanian bagi aparatur pertanian;
  2. Seksi Pelatihan Non Aparatur, mempunyai tugas pemberian pelayanan pelaksanaan dan pengembangan teknik pelatihan teknis dan fungsional di bidang pertanian bagi non aparatur pertanian;

4). Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Instruktur

Kelompok jabatan fungsional Widyaiswara dan Instruktur mempunyai tugas

  1. Melakukan pelatihan teknis di bidang pertanian bagi aparatur dan non aparatur pertanian;
  2. Melakukan pelatihan fungsional dibidang pertanian bagi aparatur dan non aparatur pertanian;
  3. Melakukan pelatihan kewirausahaan di bidang pertanian bagi non aparatur pertanian;
  4. Menyusun bahan Standar Kompetensi Kerja (SKK) pelatihan teknis, fungsional, kewirausahaan di bidang pertanian;
  5. Menyusun paket pembelajaran dan media pelatihan teknis, fungsional dan kewirausahaan di bidang pertanian;
  6. Melakukan pengembangan teknik pelatihan di bidang hortikultura;
  7. Melakukan pengembangan teknik pelatihan pertanian bagi aparatur dan non aparatur pertanian;
  8. Melakukan pemberian konsultasi agribisnis;
  9. Melakukan kegiatan fungsional lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Contoh Kegiatan Diklat yang diselenggarakan oleh BBPP Lembang
  1. Pelatihan Agribisnis Wilayah Barat
    1. Nama Kegitan : Pelatihan Agribisnis Wilayah Barat
    2. Waktu Pelaksanaan: Tanggal 24 s.d 31 Mei 2010
    3. Peserta Pelatihan : Asal peserta ini Hasil IKL (Identifikasi Kebutuhan Latihan)  dari 15 Kabupaten di 6 Propinsi Binaan, selama 7 hari efektif mereka berlatih yang terbagi menjadi 2 sesi, 6 hari klasikal dan satu hari kunjungan / praktek lapang ke Agro Segar Kabupaten Cianjur.
    4. Tujuan Pelatihan : Menumbuhkembangkan kawasan industri pertanian dan meningkatkan kegiatan-kegiatan pertanian baik produksi maupun pemasarannya yang dapat dicapai dengan meningkatkan bidang agribisnis secara optimal dalam menghadapi ketatnya persaingan pasar dan mampu memanfaatkan pelung-peluang ekonomi oleh pelaku agribisnis.
    5. Fenomena Makro : Strategi pengembangan agribisnis dalam rangka menghadapi perdagangan bebas
    6. Fenomena Mikro : Komoditas pertanian khususnya hortikultura merupakan jenis produk yang mudah rusak (perishable) sehingga saat panen raya biasanya harganya sangat dan tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama, oleh karena itu para pelaku agribisnis yang terlibat langsung maupun tidak langsung dituntut untuk lebih professional.
    7. Kompetensi yang diharapkan : Peserta pelatihan memiliki pengetahuan tentang agribisnis mulai dari budidaya sampai dengan pengolahan hasil produk untuk meningkatkan nilai tambah dan mengatasi over supply produk pada saat panen raya. Sehingga diharapkan dapat menciptakan harga jual yang tetap tinggi, pendapatan para pelaku agribisnis meningkat, daya beli konsumen meningkat, kesejahteraan petani pun tercapai seperti yang tertuang dalam visi dan misi Kementerian Pertanian.
    8. Hasil Evalusi Pelatihan : Tingginya komitmen personil panitia penyelenggara dan peserta (88,0%/Kinerja bagus, evaluasi tingkat pencapaian tujuan), sangat didukung oleh semangat para peserta dalam mengikuti pelatihan. Sehingga kualitas pelatihan yang efektif dan efesien bagi peningkatan kompetensi pelaku usaha tani dapat dicapai.
    9. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui pres test/post test peserta sebesar 30,58 % serta tingkat pemahaman materi yang mencapai 61,90% menyatakan memahami terhadap setiap materi inti yang disampaikan oleh fasilitator.

2Pengawalan Pelaksanaan Magang di P4S

  1. Nama Kegitan : Pengawalan Pelaksanaan Magang di P4S

Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) adalah salah satu lembaga masyarakat milik petani yang secara langsung berperan aktif dalam pembangunan pertanian melalui pengembangan sumberdaya manusia pertanian yaitu petani dan masyarakat di wilayahnya, dalam bentuk pelatihan, penyuluhan dan pendidikan. P4S ini merupakan kelembagaan pemagangan bagi keluarga tani yang dibangun, dimiliki dan dikelola oleh petani baik secara perorangan maupun kelompok dan merupakan perwujudan kemandirian di bidang pelatihan pertanian, juga merupakan perwujudan nyata partisipasi aktif dalam mempercepat proses pencetakan jiwa agribisnis di perdesaan melalui penyebaran informasi, teknologi khususnya dalam pembangunan pertanian di perdesaan dan melalui proses pemagangan.

  1. Waktu Pelaksanaan : Pengawalan Pelaksanaan Magang dilaksanakan selama 4 hari efektif sebanyak 32 Jam Berlatih mulai dari Tanggal 24 sampai dengan 28 Mei 2010.
  2. Tempat Pelaksanaan : Kampus Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang
  3. Peserta Pelatihan : Kegiatan ini melibatkan 18 peserta dari 9 P4S Terpilih Binaan BBPP Lembang yaitu : P4S Mekar Tani Jaya (Bandung Barat), P4S Pasir Muncang (Bandung Induk), P4S Karya Peduli Hayati (Majalengka), P4S Karangsari (Ciamis), P4S Mekar Sari (Subang), P4S Bagussantri (Kota Banjar), P4S Sri Mulya (Indramayu), P4S Agri Kencana ( Serang) dan P4S Bougenville (Jakarta Barat).
  4. Fenomena Makro : Adanya fakta keberhasilan petani maju dalam usahanya yang layak dicontoh dan ditiru oleh petani lainnya, sehingga mendorong pemerintah untuk memotivasi petani maju tersebut dalam menumbuhkan kelembagaan pelatihan/permagangan petani.
  5. Fenomena Mikro : Kelembagaan P4S sangat strategis untuk terus diberdayakan, baik dari aspek manajemen pelatihan/permagangan maupun kelembagaan usaha, sehingga kontribusinya dalam mempercepat penerapan teknelogi baru di bidang pertanian tingkat petani dan masyarakat perdesaan meningkat secara nyata.
  6. Jenis Kompetensi Calon Peserta : Masih kurangnya kapasitas kemampuan pengelola P4S, sehingga tidak mampu membawa P4S sebagai mitra kerja pemerintah dalam mengembangkan sumberdaya manusia pertanian. Pengelolaan P4S kurang profesional dan tidak berwawasan ke depan. Pengelolaan P4S tidak inovatif serta tidak mampu bersaing di pasaran global.
  7. Tingkat Penguasaan Kompetensi Oleh Calon Peserta : Meningkatnya kapasitas pengelola P4S, sehingga mampu membawa P4S sebagai mitra kerja pemerintah dalam mengembangkan sumberdaya manusia pertanian. Pengelolaan P4S harus lebih profesional dan berwawasan ke depan, inovatif serta mampu bersaing di pasaran global. Dengan harapan sasaran program tercapai secara efektif dan efisien.
  8. Tujuan Kegiatan : Memahami prinsip, tujuan, dan tahapan pelaksanaan magang; Memahami dan menguasai manajemen pelatihan/permagangan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan sampai dengan mengevaluasi proses kegiatan permagangan; Melaksanakan kegiatan pelatihan/permagangan di wilayah kerja masing – masing; Mampu menjadi pionir pembangunan pertanian di perdesaan sehingga dapat menularkan dan memotivasi kepada embrio P4S dan P4S pemula di wilayah kerja masing-masing; serta Memahami dan mampu mempertanggungjawabkan administrasi kegiatan magang (baik administrasi keuangan dan non keuangan).
  9. Pola Kegiatan : Berupa penjelasan program, pembekalan materi, perencanaan kegiatan magang, penyusunan proposal, pengadministrasian keuangan dan non keuangan serta pembuatan Rencana Tindak lanjut (RTL).
  10. Biaya Kegiatan : bersumber dari DIPA Satker BBPP Lembang Tahun Anggaran 2010.
  11. Evaluasi Kegiatan : Secara keseluruhan peserta menyatakan bahwa kegiatan Pengawalan Pelaksanaan Magang ini sangat bermanfaat karena dapat meningkatkan kemampuan, wawasan dan pengetahuan sebagai pengelola P4S dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan Magang di P4S yang akan dilaksanakan menyusul setelah mengikuti kegiatan pengawalan pelaksanaan magang ini.

     Tingginya komitmen personil panitia penyelenggara dan peserta berkinerja Bagus mencapai angka 99,8%. Hal ini sangat didukung oleh semangat para peserta dalam mengikuti kegiatan ini; Sehingga kualitas pelatihan yang efektif dan efesien bagi peningkatan kompetensi pengelola P4S terpilih dalam melaksanakan kegiatan permagangan selanjutnya.

B. ANALISIS DAN STRATEGI PEMECAHAN

ANALISIS SWOT

1. Kekuatan (Strengths)

  • BBPP Lembang terletak pada wilayah sentra produksi sayuran dan tanaman hias yang subur, juga merupakan daerah agrowisata. Ketinggian daerah sekitar 1.400 m dari permukan laut, dengan curah hujan sekitar 100-400 mm/bulan serta rata-rata kelembaban nisbi 84-89%, sangatlah ideal BBPP Lembang menjadi pusat tempat pelatihan, lokakarya, atau seminar bagi pengembangan SDM pertanian serta sebagai pusat informasi teknologi pertanian khususnya sayuran, tanaman hias, buah-buahan dengan scope nasional dan internasional.
  • Adanya studio radio Plamboyan sebagai sarana konsultasi agribisnis dan penyebaran informasi pertanian.
  • Memiliki kebun prektek seluas 10 ha.
  • Pelatihan yang dilakukan di BBPP tidak hanya di lingkup nasional saja tetapi sudah mencakup ranah internasional.

2. Kelemahan (Weakness)

  • Masih terbatasnya sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan pelatihan dengan kebutuhan riil masyarakat. (kapasitas asrama, laboratorium belum terakreditasi).
  • Terbatasnya latar belakang pendidikan dan keahlian karyawan di BBPP.
  • Pengelolaan administrasi untuk pengadaan barang dan jasa masih belum maksimal.
  • Terbatasnya pelatihan untuk kompetensi widyaiswara dan fungsional lainnya dalam  mengemban tugas secara professional.
  • Belum  optimalnya pendokumentasian pelaksanaan kerjasama pelatihan dan pemanfaatan sarana.
  • Masih kurangnya jenis dan jumlah pelatihan teknis bagi aparatur dan non aparatur pertanian.
  • Belum terbangunnya sistem kerjasama pelatihan yang berkelanjutan.

3.    Peluang (Opportunities)

  • Pengembangan kerjasama baik secara intern maupun ekstern, dalam proses peningkatan SDM Pertanian maupun proses kegiatan usaha agribisnis telah dirintis kerjasama dengan pihak lain, seperti :
  • Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat dalam hal pengembangan Sistem Informasi Diklat.
  • Perguruan Tinggi (CAPAS – UNPAD) dalam proses pendampingan tenant dengan model pengembangan bisnis melalui inkubator agribisnis.
  • DIKNAS dalam rangka peningkatan HDI petani pelaku agribisnis.
  • PEMDA dalam peningkatan pendidikan formal penyuluh pertanian serta dalam perbantuan widyaiswara untuk meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Keahlian SDM Pertanian.
  • JICA dalam pengembangan metodologi penyuluhan pertanian. .
  • PT. RATRA kerjasama dibidang komoditas jamur.
  • PT. GRACE yang bergerak dibidang sayuran jepang.
  • Amazing Farm yang bergerak dibidang sayuran Hidroponik.
  • Agro Tech Nusantara yang bergerak dibidang Pembibitan Kentang.
  • Kelompok Tani dalam upaya pengembangan usaha.
  • Tenant dalam hal pemanfaatan outlet/geray yang dimiliki oleh PIA BBPP Lembang.
  • ASEAN Secretariat dalam penyelenggaraan pelatihan post harvest and processing of horticulture.
  • Kerjasama dengan Depnakertran dan BNSP dalam rangka penyusunan dan penetapan SKKNI.

 

4.      Ancaman (Treathment)

  • Meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap penerapan teknologi tepat guna dalam usaha agribisnis dalam mewujudkan ; 1) pencapaian swasembada  dan swasembada berkelanjutan,  2) penurunan konsumsi beras melalui diversifikasi pangan, 3) peningkatan komoditas eksport pertanian, dan 4) peningkatan kesejahteraan petani melalui pemberdayaan masyarakat tani.
  • Meningkatnya tuntutan pemerintah daerah akan SDM Pertanian yang berkualitas.
  • Meningkatnya tuntutan pemangku kepentingan terhadap kualitas pelayanan pelatihan.
  • Kurangnya kaderisasi pelaku usaha di sektor pertanian.
  • Berkembangnya inovasi teknologi di sektor pertanian untuk meningkatkan keahlian tenaga pelatihan.
  • Tumbuhkembangnya lembaga pelatihan swasta yang berkualitas dalam penyelenggaraan pelatihan.

STRATEGI PEMECAHAN

  • Mengikutsertakan staf/pegawai baik fungsional maupun struktural  untuk mengikuti pelatihan baik dalam negeri maupun luar negeri dalam rangka meningkatkan mutu manajemen penyelenggaraan pelatihan.
  • Peningkatan profesionalisme pejabat fungsional dan struktural  melalui kegiatan magang, studi banding, seminar, workshop dan mengikuti pelatihan metode THD dan ESQ.
  • Pemberian beasiswa bagi keryawan untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk meningkatkan profesionalisasi.
  • Memberikan Pembinaan administrasi dan pengelolaan perlengkapan (melalui SABMN).
  • Menjalin kerjasama yang didasari sikap loyalitas sehingga dapat membangun sistem kerjasama pelatihan yang berkelanjutan.
  • Menambah jenis dan jumlah pelatihan teknis bagi aparatur dan non aparatur pertanian sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s