Resume Presentasi Kel.5 (Laporan Observasi) Pelatihan dan Pengembangan di PT TELKOM Indonesia.

Profil

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (“TELKOM”, “Perseroan”, “Perusahaan” atau “Kami”) adalah penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan layanan InfoComm, telepon tidak bergerak kabel (fixed wireline) dan telepon tidak bergerak nirkabel (fixed wireless), layanan telepon seluler, data dan internet, serta jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan.

Sampai dengan 31 Desember 2009, jumlah pelanggan TELKOM telah tumbuh sebesar 21,2% atau menjadi 105,1 juta pelanggan. TELKOM melayani 8,4 juta pelanggan telepon tidak bergerak kabel, 15,1 juta pelanggan telepon tidak bergerak nirkabel, dan 81,6 juta pelanggan telepon seluler.

Gambaran kebutuhan pelatihan PT Telkom

  • Dalam meyusun pelatihan PT. Telkom Indonesia mengacu pada KEPUTUSAN SENIOR GENERAL MANAGER  LEARNING CENTER PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, T b k .
  • Nomor : KK.76/PD590/LEC-820000000/20 dan mengacu kepada Keputusan Direksi dengan nomor KD09/PS-150/COP-B 00 300 2008 tanggal 25 Januari 2007.
  • Wilayah kajian pengembangan PT. Telkom tergantung kepada wilayah regional yang membutuhkan pelatihan dan pengembangan karyawannya. Wilayah regional PT. Telkom terbagi kedalam 7 bagian wilayah regional : Regional 1(Medan), Regional 2 (Jakarta), Regional 3 (Bandung dan Banten), Regional 4 (Semarang), Regional 5 (Surabaya), Regional 6 (Balikpapan), Regional 7 (Makasar). Disetiap regional terdapat Human Resource yang bertanggung jawab kepada Unit Bisnis yang membawahi 5 bidang divisi : (1) Divisi Askes, (2) Divisi Costumer Service, (3) Divisi Multimedia, (4) Divisi Infrastruktur Telekomunikasi, (5) Divisi Corporate.
  • Pelatihan di PT.Telkom terbagi menjadi 2 sumber pelatihan, yaitu : (1) Pelatihan TNA (Training On Agreement), dan (2) Pelatihan on request. Persamaan dari kedua pelatihan ini dilihat dari bagaimana tata cara pengajuan pelaksanaan pelatihan (Divisi à Regional à UNIBIS à HR à LMà Keuangan à Divisi). Sedangkan perbedaannya jika TNA pelatihan dilihat dari kebutuhan karyawan yang memiliki range waktu antara januari sampai desember kemudian kemudian diterima oleh learning manajemen atau LM yang kemudian di olah dan disebarkan ke seluruh LCA se Indonesia. Pelatihan ini dibagi menjadi empat caturwulan dimana diurutkan kembali menjadi per bulan (tiga bulan = satu caturwulan). Setiap satu kali dalam seminggu di adakan review untuk membicarakan latihan-latihan yang akan dilaksanakan.

Peserta Pelatihan

  • Peserta yang akan dilatih harus mengikuti pree-test dimana tes ini merupakan tes kemampuan untuk melihat sejauh mana kemampuan peserta yang akan dilatih. Jika memenuhi standar minimal yaitu 60-65 % maka peserta tersebut layak mengikuti pelatihan tersebut tetapi jika kurang dari standar minimal yang telah ditentukan maka tidak bisa mengikuti pelatihan.

Alat Kendali Program

Alat kendali program pelatihan PT Telkom yaitu berupa monitoring pada saat pelatihan baik pada peserta pelatihan, maupun pada penyelenggara pelatihan serta panitia penyelengaranya.  SOP yang digunakan pada saat pelatihan berlangsung yaitu :

  • Bagi peserta di wajibkan untuk mengisi daftar hadir dan data diri (nama, nik, lokasi kerja, job, dan posisi)
  • Data diri tersebut disusun kemudian di jadikan sebagai data pelatihan
  • Bagi panitia penyelenggara pihak LCA juga memonitoring dengan cara memberikan penilaian terhadap tempat pelatihan, alat pelatihan, media pelatihan sampai kepada konsumsi.
  • Pihak LCA juga memberikan penilaian atau monitoring terhadap instruktur pelatihan, dilihat dari keberhasilan penerapan materi oleh peserta.

SOP yang digunakan pada saat pelatihan berlangsung yaitu :

  • Bagi peserta di wajibkan untuk mengisi daftar hadir dan data diri (nama, nik, lokasi kerja, job, dan posisi)
  • Data diri tersebut disusun kemudian di jadikan sebagai data pelatihan
  • Bagi panitia penyelenggara pihak LCA juga memonitoring dengan cara memberikan penilaian terhadap tempat pelatihan, alat pelatihan, media pelatihan sampai kepada konsumsi.
  • Pihak LCA juga memberikan penilaian atau monitoring terhadap instruktur pelatihan, dilihat dari keberhasilan penerapan materi oleh peserta

Evaluasi

Setiap pelatihan yang diselenggarakan akan dilakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana pelatihan tersebut meningkatkan kemampuan kompetensi karyawan PT Telkom dengan cara dilakukannya Post-test bagi peserta pelatihan. Apabila nilai post-test peserta naik atau lebih besar dari nilai pre-testnya maka pelatihan tersebut dianggap telah sesuai dengan program yang ingin dicapai.

Analisis dan Strategi Pemecahan

Analisis SWOT

Strength
  • Terdapat pelatihan rutin
  • Adanya pelatihan yang sesuai dengan keinginan kebutuhan pegawai
  • Adanya monitoring dalam pelaksanaan pelatihan
  • Pelatihan diselenggarakan di seluruh Learning Centre Area
  • Adanya test khusus bagi karyawan yang akan mengikuti pelatihan
Weakness     
  •   Belum adanya master plan
Opportunity
  • PT Telkom telah lama beridiri dan pengalaman kerja pegawainya sudah cukup berpengalaman dan bisa bersaing dengan perusahaan lain.
  • Dengan pengalaman dan kualitas menyebabkan PT Telkom memiliki banyak pelanggan setiaAdanya pelatihan yang sesuai dengan keinginan kebutuhan pegawai.
  • Memiliki peluang untuk bekerjasama dengan perusahaan di luar negeriAdanya monitoring dalam pelaksanaan pelatihan
  • Banyak investor yang ingin bergabung dengan PT TelkomPelatihan diselenggarakan di seluruh Learning Centre Area
Treat  
  • Banyaknya persaingan dengan perusahaan-perusahaan swasta  yang bergerak di bidang telekomunikasi  merupakan ancaman bagi kemajuan bagi PT Telkom.
Strategi Pemecahan Masalah

Dengan keahlian yang dimiliki oleh PT Telkom kami yakin masalah yang timbul dapat diatasi dengan baik , untuk masalah persaingan , PT Telkom dapat mengatasinya dengan cara memberikan pelayanan yang memuaskan bagi konsumen nya sehingga konsumen akan betah mempergunakan produk layanan jasa dari PT Telkom , sedangkan dari segi pelatihan , diharapkan PT Telkom memiliki master plan agar pelatihan yang diselenggarakan biasa sesuai harapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s