Resume Presentasi Kel.6 (Laporan Observasi) Pelatihan Pengembangan di NGO USAID (United States Agency Internasional Development)

Profil Decentralized Basic Education 1 (DBE 1)
DBE terbagi 3 jenis yaitu DBI 1 untuk Manajemen dan Tatalayanan Pendidikan, DBE2 untuk Mutu Proses Pembelajaran, DB3 untuk Kecakapan Hidup bagi Remaja.
Program-Program Pelatihan DBE 1 Bidang Manajemen Dan Tata Kelola:
a. Perencanaan & Manajemen
b. Tata Kelola Pendidikan
c. Anggaran dan Keuangan
d. Hotspots Pendidikan
e. Pelatihan
f. Aliansi Publik-Swasta
g. Evaluasi & Monitoring
Gambaran Pelatihan Yang Dilakukan Oleh USAID DBE 1 (Perencanaan s.d. Evaluasi) :
a. Work Plan USAID DBE1
b. Training Plan
c. Pengajuan Kegiatan Ke USAID Pusat (untuk Budgeting)
d. Pelaksanaan Pelatihan
e. Evaluasi (format instrument dan pengolahan hasil evaluasi)
f. Pelaporan Feedback
g. Reflikasi
SWOT Analysis Pelaksanaan Pelatihan Dan Pengembangan Oleh USAID DBE 1
Kekuatan
  • Program yang dilakukan berdasarkan pada kerjasama dengan pemerintah.
  • Lembaga ini berada dalam naungan lembaga Internasional USAID.
  • SDM yang ada merupakan sumber daya yang potensial
  • Lembaga ini sudah mempunyai citra yang baik di beberapa Dinas Pendidikan di Jawa Barat dan juga di sekolah-sekolah
  • Banyak program-program atau aplikasi pendidikan yang disediakan oleh lembaga ini dan sudah dijadikan standar di beberapa lembaga pendidikan.
  • Program yang ada mengarah pada perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan dasar dari lembaga yang menjadi sasaran.
  • DBE 1 ini memiliki sebuah monev contohnya sebuah angket kuesioner yang diisi oleh peserta pelatihan, agar menjadi tolok ukur apakah pelatihan itu sukses atau tidak
Kelemahan
  • Perencanaan hanya didasarkan pada data-data yang ada dari pemerintah setempat.
  • Penentuan Sasaran Program pelatihan ditentukan oleh pemerintah.
  • Program hanya berdasarkan pada kerjasama dengan pemerintahan
  • DBE-1 adalah program proyek sehingga memiliki batas waktu
Peluang
  • Perpanjangan kontrak bekerjasama dengan Service Provider Pendidikan (UPI).
  • Dengan adanya kerja sama yang baik dengan Pemerintah program-program yang ada di lembaga ini lebih mudah diterima oleh sekolah-sekolah yang membutuhkan
  • Dengan memiliki sebuah monev menjadi peluang agar pelatihan bisa lebih baik lagi
Ancaman
  • Adanya service Provider pendidikan yang dipercayakan kepada UPI.
  • Adanya persaingan dari lembaga-lembaga sejenis yang berusaha untuk mendapat kerjasama dari pemerintah
  • Adanya lembaga yang memiliki monev yang lebih baik, sehingga monev tersebut dijadikan sebuah acuan untuk perbaikan kedepannya.

Strategi Pememcahan Masalah:

  • USAID melakukan analisis terhadap kebijakan pendidikan di Indonesia agar bersifat netral kemudian diajukan sebagai rekomendasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan pendidikan Indonesia kepada pihak pemerintahan setempat.
  • Dengan adanya service Provider memungkinkan untuk memperluas sasaran program dan meneruskan program-program yang telah dilakukan oleh USAID DBE1 dan kemudian memperluasnya.
  • Penentuan program sasaran dilakukan oleh pemerintah dan dilakukan oleh DBE 1 jadi DBE 1 mencari sasaran dengan melakukan survey kelapangan sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.
  • Memiliki monev yang lebih baik lagi sehingga monev tersebut bisa dijadikan sebuah pedoman atau bentuk evaluasi untuk perbaikan dalam program pelatihan tersebut.
Kesimpulan:
Pelatihan dan pengembangan SDM menjadi suatu keniscayaan bagi organisasi, karena penempatan karyawan secara langsung dalam pekerjaan tidak menjamin mereka akan berhasil. Karyawan baru sering merasa tidak pasti tentang peranan dan tanggung jawab mereka. Permintaan pekerjaan dan kapasitas karyawan haruslah seimbang melalui program orietasi dan pelatihan. Keduanya sangat dibutuhkan. Sekali para karyawan telah dilatih dan telah menguasai pekerjaannya, mereka membutuhkan pengembangan lebih jauh untuk menyiapkan tanggung jawab mereka di masa depan. Ada kecenderungan yang terus terjadi, yaitu semakin beragamnya karyawan dengan organisasi yang lebih datar, dan persaingan global yang meningkat, upaya pelatihan dan pengembangan dapat menyebabkan karyawan mampu mengembangankan tugas kewajiban dan tanggung jawabnya yang lebih besar.
Rekomendasi:
  • Salahsatu tujuan dari adanya program ini yaitu untuk meningkatkan kualitas pendidikan  di Indonesia, sehingga akan lebih baik jika kerjasama tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja namun ada pula bentuk kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat Indonesia yang merupakan objek utama dalam peningkatan kualitas pendidikan.
  • Dalam pelaksanaan program Decentralized Basic Education 1 (DBE 1) yang merupakan payung kerjasama antara Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) dan USAID akan berjalan sesuai yang diharapkan apabila masyarakat mengetahui dan memahami tujuan dari bentuk kerjasama ini sehingga akan memperoleh dukungan dan kerjasama dari masyarakat yang mengharapkan pendidikan yang berkualitas, sehingga dalam hal ini yang harus dilakukan yaitu sosialisasi yang tepat dan jelas kepada masyarakat.
  • Selain dari Pemerintah memberikan program sasarannya, DBE 1 bisa mencari sendiri program sasaran  dengan survey ke lapangan dan sesuai dengan kebutuhannya.
  • Dalam membuat monev atau monitoring evaluasi, diberikan tidak hanya untuk peserta pelatihan seharusnya juga bisa diberikan kepada panitianya sehingga panitia juga bisa melakukan evaluasi untuk kedepannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s